Kamis, 19 Maret 2009

Landasan Cinta (Asa Cinta 1)

Ketika cinta didasari dengan rasa,
maka yang timbul adalah selera.
Ketika cinta didasari dengan logika,
maka terkadang munculnya kecewa dan luka.
Harusnya cinta didasari dengan taqwa,
pasti yang didapat adalah rahmat dan pahala

Minggu, 15 Maret 2009

Menegakkan Sholat (Dahsyatnya Sholat Berjamaah 01)

Perintah sholat dalam ayat-ayat Alqur'an selalu difirmankan "Dirikanlah sholat" bukan "Laksanakan sholat". Kata dirikan lebih memiliki arti bahwa kegiatan itu dilakukan harus bersama-sama. Karena mendirikan, biasanya dilakukan oleh beberapa atau banyak orang. Apalagi dalam hadist lain ditegaskan bahwa "sholat itu tiang agama".
Maka "menegakkan" itu seperti halnya mendirikan rumah dengan menggunakan tiang harus dilakukan oleh banyak orang, atau tidak bisa sempurna tegak berdiri bila hanya dilakukan seorang diri. Sehingga, "mendirikan sholat" sebagai "tiang agama", maka akan bisa jadi sempurna berdiri tegak bila dilakukan secara bersama-sama dengan melalui "SHOLAT BERJAMAAH".

Selasa, 10 Maret 2009

Kebohongan Publik (Parodi Pegawai Negeri 02)

Karena Pak Camat tidak bisa datang, Pak Oemar Bakrie siang itu harus mewakili untuk membuka sosialisasi pemilu di salah satu Desa. Dengan mengendarai sepeda motor plat merah, tanpa teman dan tentu saja tanpa pengawalan, dengan mantapnya Pak Oemar Bakrie mengemban tugas dan amanat. Tadi malam sudah dia "lalap habis" aturan tata cara pemilu, sebagai bahan ceramahnya mewakili camat.
Ketika tamu dan undangan sudah siap, acara segera dimulai. Tibalah Pak Oemar Bakrie dipersilahkan naik ke mimbar untuk memberikan sambutan atas nama Pak Camat. Sudah kebiasaan bila pejabat mewakili atasannya, pada awal sambutan "harus" memamitkan atasannya.
Dengan suara mantap Pak Oemar Bakrie bicara, "Saudara-saudara, mohon maaf sehubungan dengan Bapak Camat sedang ada keperluan penting yang tidak dapat ditinggalkan, maka memerintahkan kami untuk mewakili beliau membuka sosialisasi..........".
Tiba-tiba hadirin serempak langsung bilang, "Huuuuuuuuu!!!!!" dan pada tersenyum simpul.
Pak Oemar Bakrie kaget, langsung bertanya, "Ada apa?"
Seorang lelaki sudah tua, yang kayaknya pensiunan pejabat Jakarta yang pulang kampung dan menjadi tokoh disitu lalu berdiri dan bicara, "Minta maaf. Bapak telah melakukan kebohongan publik. Karena tidak transparan. Pak Camat sedang ada keperluan yang tidak bisa ditinggalkan itu kan artinya ................."
"Sedang ke belakang atau BAB, pak!!!" celetuk seorang peserta.
Hadirin langsung tertawa, sementara Pak Oemar Bakrie tersenyum kecut. Dalam hati Pak Oemar Bakrie mengangguk-angguk setuju dan membenarkan kejadian itu.

Senin, 09 Maret 2009

Disposisi Bertubi-tubi (Parodi Pegawai Negeri 01)

Oemar Bakrie (maaf, pinjam nama lagu Iwan Fals) seorang pegawai negeri di kecamatan pelosok pedesaan. Suatu hari dia bingung bin resah mendapat disposisi surat undangan yang tidak tanggung-tanggung tingkatannya, yaitu dari Bupati.
Ceritanya, di awal reformasi dan otonomi daerah ada salah satu partai politik yang akan mengadakan musyawarah pengurus daerah di salah satu hotel dekat kantornya. Kebetulan partai yang punya hajat itu bukan partainya Pak Bupati maupun partainya Pak Wakil Bupati. Pada surat undangan yang ditujukan kepada Pak Bupati mohon berkenan untuk membuka dan sekaligus menjadi "keynote speeker" seminar otonomi.
Entah karena ada acara yang lebih penting, atau karena yang mengundang bukan dari partainya maka Pak Bupati tidak akan datang dan "mendisposisi" Pak Wakil untuk menghadiri. Pak Wakil kayaknya juga demikian, tidak mau hadir dan "mendisposisi" kepada Pak Sekda. Pak Sekda kayaknya juga "gamang" (ewuh oyo ing pambudi : Bhs Jawa)akhirnya juga tidak akan datang dan mendisposisi ke Pak Camat, mungkin dengan pertimbangan tempatnya berada di wilayahnya. Pak Camat bingung, dan mungkin karena "ketakutan" akhirnya tidak juga akan datang dan mendisposisi pada pejabat eselon terendah, yaitu jatuh pada Pak Oemar Bakrie.
Dengan perasaan yang tidak karuan, akhirnya Pak emar Bakrie masih bisa bepikir bijak, "Apa tega saya juga harus mendisposisi kepada anak buah saya?", kata hatinya.
Akhirnya dengan tekad bulat dan percaya diri, Pak Oemar Bakrie datang ke perhelatan itu.
Ketika sampai di pintu masuk, dia bilang sama panitianya, apakah dia bisa mewakili Bupati menjadi Keynote Speeker, sambil menunjukkan surat yang penuh dengan disposisi di tangannya. Agak berapa lama beberapa orang panitia berembug akhinya, Pak Oemar Bakrie dipersilahkan. Akhirnya beliau menjadi Keynote speeker, tetapi pada kata-kata awalnya ia bilang, "Saya berbicara disini, bukan mewakili Pak Bupati, sehingga apa yang saya kemukakan adalah pengalamana, perasaan dan angan-angan saya sebagai pegawai negeri yang mengikuti arus reformasi dan otonomi".

ILUSI ANAK NEGERI

Assalamu'alaikum. Wr. Wb.
Pikiran, lamunan, angan-angan dan perasaan biasanya jujur dan datangnya kadang spontan.
Akan lebih baik dan bemakna bila semuanya dicurahkan dan dituangkan dalam tulisan.
Biarlah bisa dibaca banyak orang.
Biarlah bisa dimengerti banyak orang.
Biarlah bisa direnungkan banyak orang.
Akhinya bisa diambil maknanya oleh banyak orang.
Media inilah yang mungkin bisa mewadahi apa saja curahan, lamunan, angan-angan dan perasaan.
Marilah kita berama manfaatkan.
Wassalam

Gagad_Rahina